h1

“….Menunggumu…” : Salah satu Permasalahan Seputar Cinta dan Ta’aruf

05/11/2009

Bismillah, mengutip sebuah artikel dariseorang ukhty.
Silakan berkunjung ke blog aslinya : http://irilaslogo.wordpress.com/

Permasalahan pra nikah…

  • Bolehkah menyatakan rasa cinta, sebelum berlangsungnya pernikahan?
  • Bolehkah dalam ta’aruf menyatakan kesungguhan akan menikahi tapi masih agak lama (bbrp bulan – tahun) karena suatu alasan tertentu? (misalnya belum siap dalam waktu dekat)
  • Permasalahan lainnya; bagaimana mencari calon yang baik dan sesuai, dgn langkah2 yang syar’i ?
    Wallahu a’lam…

bismillah, baca selanjutnya…

h1

Kita Harus Semangat Dik!

24/10/2009

Begitulah kata seorang Mbak penghuni baru wismaku… Semangat dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu dien ini.

pantai-ide1Baru saja pelajaran baca kitab bersama Ustadz dr. Saifudin Hakim usai. Beliau mengajarkan membaca kitab Firqatunnajiyyah (Jalan Golongan yang Selamat). Seorang Ustadz muda. Angkatan 2003 Fakultas Kedokteran. Dan kabarnya sebentar lagi akan melanjutkan studi S2 nya ke Belanda. MasyaAlloh, ilmu dunia menjadi jalan baginya untuk berdakwah pula.
read More…

h1

Akhowat Genit ?!

24/10/2009

Akhowat; sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhowat secara bahasa arab artinya saudara perempuan. Namun sudah ma’lum (diketahui) bahwa ’saudara’ yang dimaksud disini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain” (HR. Muslim, no. 2564).
Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhowat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhowat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, yang bukan aktifis dakwah bukan akhowat. Ada juga menggunakan istilah akhowat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, yang berjilbab pendek bukan akhowat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhowat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu ‘aliran’, yang beda aliran bukan akhowat. Tentu saya lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhowat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhowat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai didalam tulisan saya ini.
Read More…

h1

Ketika Bulir Bening itu Kembali Menetes

23/10/2009

Wanita

Ia tercipta dengan hati yang lembut dan mudah tersentuh

Mudah terluka

Mudah terpedaya

Begitulah adanya

Saat airmata itu menetes kembali

Mengingat akan nista di diri ini

Ketika selaksa rindu menghantui

Ketika hati tiada menentu

Robbi

Air mata ini kembali tertumpah

Entah

Karena gundah

ataukah gelisah

Satu ketakutan kembali menerpa

Ketakutan kehilangan-Mu dari hatiku

Ketakutan jika airmata ini menetes bukan karena-Mu

Ketakutan, kehilangan kesempatan untuk mendapat naungan ketika tiada naungan selain dari-Mu saat itu

Tetes air mata seorang hamba saat berdzikir mengingat-Mu

Yang mampu menbus panasnya api neraka

Robbi

Aku sendu

Pilu

Tak menentu

Betapa hinanya aku kala hati ini terbagi kepada selain-Mu

Robbi…

Aku tak tahu

Dari mana semua ini berawal, dan kapankah kan berakhir..

Robbi……………………………………………………………………………………………………………………………………

h1

Bermuhasabahlah

21/10/2009

Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah

Saudaraku….
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala , supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.

Apakah anda selalu shalat Fajar berjama’ah di masjid setiap hari .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?

Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an .?

Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?

Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?
Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?

Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :”Wahai Allah Subhanahu Wa Ta’ala masukkanlah ia ke dalam Surga”.

Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :”Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka”. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :”Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :”Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :”Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka”. [Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6]

Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .?

Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?

Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?

Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala .?

Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?

Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :”Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur”. [Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya]

Apakah anda telah berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?

Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di waktu-waktu yang mustajab .?

Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? [Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent]

Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo’akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.

Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?

Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?

Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?

Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja .?

Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?

Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala .?

Apakah anda telah menda’wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?

Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?

Apakah anda mengucapkan “Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji’uun” jika mendapatkan musibah .?

Apakah anda hari ini mengucapkan do’a ini : ” Allahumma inii a’uudubika an usyrika bika wa anaa a’lamu wastagfiruka limaa la’alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui”. Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. [Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625]

Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?

Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?

Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?

Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?

Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?

Saudaraku ..
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.

[Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, Penerjmeah Fariq Gasim Anuz]

h1

Diary (01)

21/10/2009

Sabtu, 03 Oktober 2009

linuxlightMalam ini mati lampu. Satu-satunya alat pencahayaanku dengan laptop ini dan juga ditemani cahaya rembulan yang bulat malam ini. Bagian atap halaman kostku terbuka, jadi saat inipun aku bisa melihat indahnya rembulan dari jendela kamarku. Hmmmm, Subhanalloh. Maha Indah Alloh yang telah menciptakan rembulan yang begitu mempesona….

Ry, hari ini adalah awal perjuanganku dalam menuntut ilmu. Persiapanku menuju asa yang ku idamkan. Belajar bahasa Arob dan Ilmu dien di kota Jogja ini. Maha Besar Alloh yang telah memberikan begitu banyak kemudahan pada diriku untuk bisa memperbaiki diri. Mempersiapkan bekal untuk perjalanan hakiki. Karena aku tak selamanya di sini. Semoga kehidupan dunia ini tak membuatku lupa, bahwa suatu saat aku kan pergi menghadap-Nya. Dan aku harus berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik dari hari-hariku sebelumnya. Allohumma muqollabul Quluub tsabbit qolbii ‘alaa diinika wa’alaa thoo’atika,,,

Masih teringat aku dengan cerita dari Ustadz Aris Munandar tadi pagi tentang perjalanannya dalam mempelajari ilmu agama. Perjuangan yang beliau mulai sejak kelas 2 SMP untuk belajar Ilmu Nahwu. Bahkan perjalanan 14 km pulang pergi beliau tempuh dengan mengayuh “sepeda onthel” untuk belajar kepada gurunya. Semangat beliau yang membara. Begitu membara. Karena dengan gigihnya beliau meminta kepada gurunya untuk mengajarinya (privat) setiap hari tanpa ada waktu libur. Beliau membaca kitab di depan sang Guru. Setiap hari sepulang sekolah sekitar jam setengah tiga beliau menempuh perjalanannya menuju rumah sang guru. Pulang dari rumah gurunya jam lima lebih seperempat. Hal itu berjalan selama 3 tahun. Hingga sang guru menghembuskan nafas terakhirnya.

MasyaAlloh, bagaimana dengan diriku? Juga dengan kalian yang diberi kemudahan yang lebih teman-teman?
Adakah masih terbersit semangat dalam hati kalian untuk belajar ilmu syar’i? Sungguh penuntut ilmu di zaman sekarang ini sangat sedikit. Yang mengamalkannya lebih sedikit. Dan yang mendakwahkannya jauh lebih sedikit lagi. Maka jadilah bagian yang sedikit itu. Niscaya keberuntungan baik di dunia lebih-lebih di akhirat kan menyapa.

Bismillah,, Allohumma innii as aluka ‘ilmannaafi’aa wa rizqon thoyyibaa wa’amalan mutaqobbalaa
Semangat yaa Ukhty….^^